Get snow effect

Jumat, 24 Februari 2012

Asal usul Kehidupan

 
 
 
 
Al-Quran memberikan jawaban yang amat jelas pada pertanyaan:
Pada titik manakah kehidupan bermula? Dalam bagian ini, saya
akan   mengajukan   ayat-ayat   Al-Quran  yang  di  dalamnya
dinyatakan bahwa Asal Manusia  adalah  (bersifat)  air.
Ayat  pertama  di bawah ini juga menunjuk kepada pembentukan
alam semesta.
 
                                              [Tulisan Arab]
 
"Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa  lelangit  dan
bumi  disatukan,  kemudian  mereka  Kami  pisahkan  dan Kami
menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah mereka
tak beriman?" (QS 21:30)
 
Pengertian  'menghasilkan  sesuatu  dari  sesuatu yang lain'
sama sekali tidak menimbulkan  keraguan.  Ungkapan  tersebut
bisa  juga  berarti  bahwa  setiap sesuatu yang hidup dibuat
dari air (sebagai  komponen  pentingnya)  atau  bahwa  semua
benda  hidup  berasal  dari  air. Kedua makna itu sepenuhnya
sesuai dengan data saintifik. Pada  kenyataannya,  kehidupan
berasal  dari yang bersifat air dan air adalah komponen yang
paling penting dari seluruh sel-sel hidup. Tanpa  air  hidup
menjadi  tidak  mungkin.  Jika  kemungkinan  kehidupan  pada
planet lain diperbincangkan, maka  pertanyaan  yang  pertama
selalu: Adakah cukup air untuk mendukung kehidupan di tempat
tersebut?
 
Data modern membawa kita untuk berpikir  bahwa  wujud  hidup
yang    paling   tua   barangkali   termasuk   dalam   dunia
tumbuh-tumbuhan:  ganggang  telah  ditemukan  sejak  periode
pra-Cambria  yaitu saat dikenalinya daratan yang paling tua.
Organisme yang termasuk dalam dunia hewan barangkali  muncul
sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.
 
Kata   yang   di   sini  diterjemahkan  sebagai  'air'  pada
kenyataannya adalah ma'[2] yang berarti baik air  di  langit
maupun  air  di  lautan atau segala jenis cairan. Dalam arti
yang pertama air merupakan unsur yang penting  bagi  seluruh
kehidupan tumbuh-tumbuhan:
 
                                              [Tulisan Arab]
 
"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka
Kami[3]  tumbuhkan   (dari   air    itu)    berpasang-pasang
tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda." (QS 20:53)
 
Inilah    perujukan    pertama   kepada   suatu   'pasangan'
tumbuh-tumbuhan. Nanti kita akan kembali  kepada  pengertian
ini.
 
Dalam  arti  keduanya yang merujuk pada segala jenis cairan,
kata tersebut dipergunakan dalam bentuk  tak-tentunya  untuk
menunjukkan  zat  yang berada pada dasar pembentukan seluruh
kehidupan hewan:
 
                                              [Tulisan Arab]
 
"Dan Allah telah menciptakan semua jenis  hewan  dari  air."
(QS 24:45)
 
Sebagaimana  akan  kita lihat nanti, kata tersebut juga bisa
diterapkan pada cairan mani.[4]
 
Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul
kehidupan,  apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum,
unsur yang melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun
benih  hewan-hewan, seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data
saintifik modern.  Tak  satu  pun  mitos  tentang  asal-usul
kehidupan  yang  lazim  dianggap  benar oleh orang pada saat
Al-Quran diwahyukan kepada  manusia  disebutkan  dalam  teks
tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar